Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Oktober 26, 2016

“Pendidikan Full Day School”: Kebijakan Menteri Pendidikan Baru 2016: Tantangan dan Persiapan Sekolah

“ganti menteri ganti kurikulum, ganti menteri ganti kebijakan” kalimat tersebut sering didengar di tengah masyarakat. Apabila dilihat secara sekilas kalimat yang dilontarkan tadi seakan memang benar. Ketika yang menjadi menteri Bp. Muhammad Nuh seluruh sekolah diharuskan menerapkan kurikulum 2013 dan kebijakan itu berubah ketika menterinya diganti oleh Bp. Anies Baswedan, beliau mengeluarkan dualisme kurikulum. Sekolah yang telah menerapkan kurikulum 2013 selama 1 tahun pelajaran harap dilanjutkan sedangkan sekolah yang baru 1 semester menerapkan kurikulum 2013 diharapkan kembali ke kurikulum 2006 atau kurikulum KTSP ( Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Rupanya menteri baru Bp. Muhajir ingin melanjutkan kurikulum 2013 secara bertahap.

Oktober 10, 2016

PENDIDIK SEJATI

Dari segi bahasa, pendidik adalah orang yang mendidik. Pengertian ini memberi kesan bahwa pendidik adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik. Dalam bahasa Inggris dijumpai beberapa kata yang berdekatan artinya dengan pendidik. Kata tersebut seperti teacher yang diartikan guru atau pengajar dan tutor yang berarti guru pribadi atau guru yang mengajar di rumah atau lembaga kursus atau lembaga pendidikan yang bukan sekolah/madrasah.

Maret 23, 2016

BUKU PAKET SKI (SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM) 2016 UNTUK MI/SD




Penulis: Muh. Rouful Wahab



Nabi Muhammad adalah teladan bagi umat manusia sampai akhir zaman. Manusia yang ingin selamat di dunia dan akherat harus meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari
Salah satu cara untuk mengenal Nabi Muhammad adalah dengan mempelajari kehidupan dan perjuangan beliau selama hidup. Nabi Muhammad dan para sahabat adalah generasi yang terbaik. Oleh karena itu setiap muslim harus mempelajari kehidupan generasi mulia.
Mengetahui sejarah dan kehidupan Nabi Muhammad dan para sahabat tidak cukup, seorang muslim harus bisa meneladani mereka dalam kehidupan sehari-hari. Buku Sejarah Kebudayaan Kelas III ini berusaha menampilkan materi yang lebih komplit  dan menjelaskan berbagai akhlak yang dapat diteladani oleh pelajar.

BUKU PAKET BAHASA ARAB KELAS I,II,III UNTUK MI/SD 2016



Penulis: Muh. Rouful Wahab

 Bahasa arab menjadi kebutuhan pokok bagi kaum muslimin. Karena menjadi bahasa Al Qur`an. Oleh karena itu menjadi sebuah kewajiban bagi kaum muslimin untuk mempelajarinya.

Generasi Islam harus bisa menguasai bahasa arab. Salah satu langkah untuk mencapai tujuan mulia tersebut adalah dengan mengajarkan bahasa arab kepada anak-anak di usia sekolah dasar.
Buku Bahasa Arab ini menjadi buku pemula bagi para siswa yang belajar bahasa arab. Buku Bahasa Arab ini disusun berdasarkan kurikulum 2013 dan dapat memenuhi 3 kompetensi yang harus dicapai oleh siswa yang belajar bahasa, yaitu kemampuan membaca, menulis, dan berbicara. Penyajian materi yang disertai ilustrasi, berbagai bentuk latihan soal secara lisan maupun tertulis dapat menumbuhkan siswa untuk cinta bahasa Arab. Selain itu dilengkapi dengan kalimat pengantar dan mutiara hikmah di setiap pembahasan untuk meningkatkan semangat siswa dalam mempelajari bahasa Arab.

Maret 03, 2016

PESANTREN: MODEL PENDIDIKAN INDONESIA



Islam adalah agama yang memiliki tradisi ilmu. Berbagai bentuk pendidikan telah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw dan para sahabat. Salah satu pendidikan yang terkenal di zaman Rasulullah adalah pembelajaran agama Islam di rumah Al Arqam bin Abil Arqam. Beliau menjadi seorang pengajar hakiki dan para sahabat menjadi para pelajar yang rajin untuk mengkaji ilmu yang disampaikan beliau.
Pendidikan secara umum dapat diterapkan di berbagai tempat dengan syarat terjadi transfer ilmu dan adab. Adapun proses pendidikan secara formal diselenggarakan di lembaga pendidikan resmi di bawah naungan pemerintah. Lembaga pendidikan yang telah berjalan di Indonesia dapat ditemukan di sekolah, madrasah dan pesantren.

Januari 08, 2016

Problem Pendidikan: Tantangan Pendidikan Di Masa Depan

Pendidikan merupakan sarana utama bagi setiap insan untuk mengembangkan potensi dan kecerdasan yang dimilikinya. Salah satu lembaga yang menyelenggarakan proses pendidikan adalah sekolah, di mana seorang peserta didik menimba ilmu dalam rangka menjadi manusia yang berkualitas berguna bagi bangsa dan negara.
Sebuah negara yang ingin berkembang harus memperhatikan kualitas pendidikan yang ada di negara tersebut, karena dengan pendidikan dapat mencetak SDM yang unggul dan dapat memberikan kontribusi dalam memajukan negaranya.
Pelaksanaan suatu pendidikan mempunyai fungsi, antara lain: inisiasi, inovasi, dan konservasi. Inisiasi merupakan fungsi pendidikan untuk memulai suatu perubahan. Inovasi merupakan wahana untuk mencapai perubahan. Konservasi berfungsi untuk menjaga nilai-nilai dasar. Oleh sebab itu, untuk memperbaiki kehidupan suatu bangsa, harus dimulai penataan dari segala aspek dalam pendidikan.[1][1]

Desember 30, 2015

ARTI BELAJAR

Peserta didik merupakan orang yang melakukan kegiatan belajar. Pengertian belajar ada beberapa pendapat di antaranya, belajar adalah suatu aktivitas yang disengaja dilakukan oleh individu atau kelompok agar terjadi perubahan kemampuan diri (Hasanah, 2012: 76), belajar adalah suatu proses yang di dalamnya suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman (Gegne, 2000: 23), belajar adalah perubahan perilaku peserta didik (Rusman, 2012: 86).

KERUSAKAN REMAJA: PENDIDIKAN RENDAH MENCARI SOLUSI GUNA PERBAIKAN PENDIDIKAN INDONESIA



Bismillahir rahmanir rahim. Segala puji bagi Allah Sang Pemberi hidayah kepada manusia yang dikehendaki. Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat dan pengikut beliau sampai akhir zaman.
Problem yang dihadapi Indonesia mencapai titik kompleksitas yang cukup memprihatinkan. Berbagai masalah berdatangan dan banyak para petinggi tidak mampu menyelesaikan seluruh masalah tersebut dengan baik. Salah satu aspek yang menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat tanah air adalah masalah remaja. Kerusakan moral di kalangan remaja dewasa ini sangat mengiris hati. Banyak dari mereka putus sekolah, berbuat maksiat, tawuran antar pelajar, berjudi,  dan narkoba. Para remaja melewati kehidupan  mereka dengan perbuatan yang sia-sia dan berakibat pada rapuhnya Bangsa Indonesia di masa mendatang. Mayoritas masyarakat menuding bahwa akar kerusakan remaja adalah pendidikan. Lembaga yang menyelenggarakan program pendidikan belum mampu menghasilkan manusia beradab sebagaimana tertera dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional.

KRITIK DONGENG: METODE KISAH SOLUSI TERBAIK UNTUK MENGHIBUR ANAK



Bismillahir rahmanir rahim. Segala puji bagi Allah Sang Pemberi hidayah kepada manusia yang dikehendaki. Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat dan pengikut beliau sampai akhir zaman.
Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh individu atau kelompok terhadap setiap manusia dengan sistem yang terorganisir untuk melakukan serangkaian kegiatan agar menjadi manusia sempurna ( Insan Kamil). Komponen yang ada dalam pendidikan adalah guru, siswa, materi, metode dan evaluasi kegiatan pembelajaran.
Pendidikan dalam pandangan Islam memiliki prinsip jujur. Seluruh materi pelajaran yang diajarkan disampaikan dengan baik dan benar sesuai dengan realitas. Sehingga seluruh siswa mendapatkan ilmu yang baik. Rasulullah telah mengajarkan kepada umat beliau untuk selalu berkata jujur sebagaimana sabda beliau:
A’laikum bishshidqi, fainnashshidqa yahdi ilalbirri, walbirru yahdii ilaljannati. wamaa yajjaalul ‘abdu yashduqu wayataharra ashshidqa hatta yuktaba i’ndallahi shiddiiqaa, waiyyaakum walkadziba, fainnal kadziba yahhdii ilalfujuuri, walfujuuru yahhdi ilannaari, walaa yajjaalul ‘abdu yakdzibu wayataharral kadziba hatta yuktaba i’ndallahi kadzdzaabaa.”
“Hendaklah kamu berkata benar, karena berkata benar itu membawa kepada kebaikan, dan kebaikan itu membawa ke syurga. Demikian bilamana senantiasa seseorang membiasakan berkata benar dan cenderung kepada berkata benar, akhirnya orang itu dicatat di sisi Allah sebagai orang yang selalu benar. Dan jauhilah berkata dusta, karena dusta itu membawa kepada kejahatan, dan kejahatan itu membawa ke neraka. Demikianlah bilamana seseorang membiasakan berdusta, dan selalu cenderung berdusta, akhirnya ia dicatat di sisi Allah sebagai seorang yang sangat pendusta.”(HR Bukhari-Muslim)

Desember 21, 2015

TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM DI TENGAH TANTANGAN INTERNAL (KETERPURUKAN) UMAT DAN TANTANGAN EKSTERNAL (MODERNITAS DAN GLOBALISASI)



Pendidikan merupakan bagian dari perjalanan hidup umat manusia yang ingin maju. Pendidikan adalah salah satu aspek dalam Islam dan menempati kedudukan yang sentral, karena peranannya dalam membentuk pribadi muslim yang utuh sebagai pembawa misi kekholifahan. Allah telah membekali manusia dengan akal ( kemampuan rasio ) dan al – Qur’an memberi dukungan yang kuat bagi usaha manusia untuk meningkatkan standard kehidupan.

SEKOLAH UNGGULAN : KAJIAN SDI SUNAN KALIJAGA



Kesadaran tentang pentingnya pendidikan telah mendorong berbagai upaya dan perhatian seluruh lapisan masyarakat terhadap setiap gerak langkah dan perkembangan dunia pendidikan. Pendidikan merupakan satu upaya dalam meningkatkan kualitas hidup manusia yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia menjadi lebih baik.
UUD 1945 pada pasal 31 mengamanatkan sebagai berikut: (1) Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan; (2) Setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah waib membiayainya; serta (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlaq mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.[1]Dalam UUSPN No 20 tahun 2003 pasal 3 dipertegas bahwasanya : “Pendidikan nasional Indonesia berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab[1]. Akan tetapi pada kenyataannya, dalam memenuhi amanat Undang-Undang tersebut bukanlah suatu upaya yang sederhana, melainkan memerlukan upaya perbaikan dan peningkatan, sejalan dengan semakin tingginya kebutuhan dan tuntutan kehidupan masyarakat.

Desember 20, 2015

ARTI E-LEARNING

E-LEARNING: TEROBOSAN BARU DALAM PENDIDIKAN 

E-learning terdiri dari dua bagian yaitu e yang merupakan singkatan dari “elektronic” dan “learning” yang berarti “pembelajaran” (Eveline Siregar, 2004: 197).  Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronik. Secara istilah ada beberapa devinisi di antaranya e-learning adalah sebuah proses pembelajaran yang dilakukan melalui network yang berupa internet atauintranet (Munir, 2009: 170). E-learning merupakan penerapan teknologi informasi yang ditujukan untuk
mempermudah proses pembelajaran yang dikemas dalam bentuk digital konten dan pelaksanaannya membutuhkan sarana komputer yang terkoneksi dengan internet (Rusman, 2012: 136). E-learning sebagai pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN dan internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan (Jaya Kumar C Koran, 2002: 22). Devinisi lainnya oleh Dong (dalam Kamarga, 2001: 53) mendefinisikan e-learning adalah kegiatan belajar yang melalui perangkat elektronik komputer yang tersambungkan ke internet di mana peserta didik berupaya memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. E-learning adalah proses belajar secara efektif yang dihasilkan dengan cara menggabungkan penyampaian materi secara digital yang terdiri dari dukungan dan layanan dalam belajar (Barbara, S., Wagner P., et al, 2008:4). Selain itu, Seok (2008: 725) menyatakan bahwa     e-learning is a new form of pedagogy for learning in the 21st century.           E teachers are e-learning instructional designers, facilitator of interaction, and subject matter exsperts. Fernando Alonso et al (2008: 389) mengatakan bahwa Learning Management Systems (LMS) or e-learning platforms are dedicated software tools intended to offer a virtual educational or on-line training environment.

Desember 04, 2015

MENCARI HAKEKAT PAI



Secara etimologis atau kebahasaan, kata “pendidikan” berasal dari kata dasar “didik” yang mendapat imbuhan awalan  dan akhiran pe-an. Berubah menjadi kata kerja ‘mendidik’ yang berarti membantu anak untuk menguasai aneka pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai yang diwarisi dari keluarga dan masyarakatnya (Rohman,2013:5).
Menurut Ki Hajar Dewantara, mengartikan pendidikansebagai usaha menuntun segenap kekuatan kodrat yang ada pada anak baik sebagai individu manusia maupun sebagai anggota masyarakat agar dapat mencapai kesempurnaan hidup. Menurut Driyakarya, menyebut pendidikan adalah proses pemanusiaan manusia muda (Rohman,2013:8).
Sedangkan menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional menyebutkan: “pendidikanadalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang dibutuhkan bagi dirinya, masyarakat dan bangsa” (Rohman, 2013:10).

KOMPETENSI GURU ?



Guru merupakan komponen sistem dalam pendidikan. Guru memiliki peranan yang signifikan untuk mencapai tujuan pembelajaran, dengan adanya guru yang baik mampu mengelola proses pembelajaran dengan efektif, akan tetapi apabila guru tidak memahami sistem pengelolaan pembelajaran dengan baik maka dapat dipastikan proses pembelajaran tidak dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Perkembangan proses pembelajaran yang pada awalnya guru sebagai sumber belajar maka dewasa ini guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran dan peserta didik sebagai subyek belajar. Peran guru sebagai fasilitator memiliki peran memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara maksimal dengan mempergunakan berbagai strategi, metode, dan sumber belajar. Dengan demkian ada beberapa konsekuensi bagi guru sebagai pilar utama pembelajaran untuk mencapai tujuan guruan, diantaranya guru harus mampu mengelola proses pembelajaran dari penyusunan RPP, silabus, dan evaluasi dengan baik.

November 29, 2015

KURIKULUM 2013 BERBASIS SYARI’AH



 KAJIAN ANALISIS SDI AL FATTAH
(Tesis Muh. Abdullah As Syafi`i 2015)
Pendidikan adalah kunci perubahan bagi setiap bangsa. Pendidikan memberikan kepada anak bangsa tentang hakekat ilmu dan akhlak yang harus dijunjung tinggi dalam kehidupan bermasyarakat. Mutu pendidikan harus selalu ditingkatkan dalam rangka menghasilkan SDM berkualitas yang mampu membawa perubahan di masa mendatang.
Indonesia merupakan negara besar yang memiliki jumlah penduduk yang banyak dan sumber daya alam yang melimpah. Meski demikian negara Indonesia masih terbelakang dari negara maju lainnya, salah satu masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia adalah dekadensi moral yang menyertai arus globalisasi yang datang dari peradaban barat yang hedonis dan materalistis. Banyak para pemuda yang putus sekolah, berbuat kerusakan, menyibukkan diri dengan kegiatan yang sia-sia, hingga akhirnya hilang kesadaran dalam diri mereka akan peran mereka di masa depan bagi Indonesia.
Solusi yang tepat untuk mengatasi dekadensi moral bangsa Indonesia adalah dengan memberikan perhatian serius bagi pendidikan anak bangsa. Seluruh elemen masyarakat harus selalu mendukung berbagai program yang bertujuan untuk mencerdaskan bangsa. Salah satu lembaga yang memberikan perhatian dalam pendidikan adalah lembaga sekolah, sebuah lembaga yang berada di bawah Kementerian Pendidikan yang menyelenggarakan proses pembelajaran pada waktu tertentu dengan tujuan mencerdaskan bangsa.

PENDIDIKAN KARAKTER VS TA`DIB



Dekadensi moral dikalangan remaja dewasa ini semakin menyedihkan, telah banyak remaja berbuat kerusakan dan kehinaan sehingga menjadikan mereka tidak terhormat di masyarakat. Problem ini menjadi tugas besar lembaga pendidikan yang mendapatkan amanah UUSP untuk mencetak generasi yang berkualitas.
Tugas berat yang diemban lembaga pendidikan ini menjadikan para pemikir pendidikan untuk lebih serius memikirkan konsep pendidikan yang ideal untuk generasi muda sekarang dan yang akan datang. Salah satu buah pemikiran mereka adalah pendidikan karakter. Pendidikan karakter ini pada intinya adalah proses pembelajaran yang diselenggarakan di sekolah tidak hanya pada aspek kognitif saja, tetapi berusaha untuk menanamkan nilai pada diri peserta didik.
Kurikulum KTSP diluncurkan sebagai implementasi pendidikan karakter yang menggantikan kurikulum KBK. Dalam kurikulum KTSP lebih ditekankan adanya proses pembelajaran yang menekankan pada pembentukan karakter. Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran tersebut dibuat sistem penilaian yang bersifat menyeluruh tidak hanya pada kognitif.
Kurikulum KTSP telah berjalan cukup lama tetapi hasil bisa dikatakan belum maksimal. Hal itu terbukti semakin derasnya kerusakan moral remaja terutama Bangsa Indonesia. Kerusakan moral tidak dialami oleh para remajanya tetapi para orang tua terutama guru ada yang terlibat berbagai kasus yang menggambarkan buruknya akhlak mereka.
Melihat kurang maksimalnya penerapan pendidikan karakter tersebut, muncul pertanyaan apakah cukup hanya pendidikan karakter saja ? ?
Ada beberapa negara yang memiliki karakter yang baik sehingga menjadikan negeri mereka maju. Dan ternyata kebanyakan mereka non muslim. Ada orang-orang non muslim yang begitu rajin dan disiplin dalam berbuat baik antar sesama dan ada juga pemimpin non muslim yang tidak pernah berbuat korupsi. Apakah mereka semua adalah orang-orang yang sudah baik ???
Dalam pandangan Islam orang yang baik adalah orang yang paling bertakwa sebagaimana dalam firman Nya Surat Al Hujurat ayat 13 yang artinya “Sesungguhnya orang yang baik di antara kalian adalah orang yang paling bertakwa”.
Dengan demikian contoh realita karakter yang ada pada diri non muslim itu tidak menjadikan mereka orang baik tapi tetap menjadi orang buruk karena mereka tidak tepat menempatkan hak dan kewajiban. Hak seorang hamba adalah beribadah hanya kepada Allah, karena non muslim tidak menyembah Allah maka mereka telah buruk meski berbuat baik melebihi orang Islam. Cara pandang seperti ini berimplikasi adanya konsep pendidikan Adab. Pendidikan Adab pada intinya pengenalan dan pengakuan atas realitas sesuai dengan harkat dan martabat berdasarkan tabiat alam. Pengenalan artinya ilmu, pengakuan artinya amal dan tabiat alam adalah Islam, jadi pendidikan Adab adalah proses memahami segalanya sesuai islam dan mengamalkannya dengan baik. Segala hal yang dipelajari harus ditinjau dari kacamata islam agar amalan yang dikerjakan menjadi nilai yang besar di mata Allah.
Jelas sudah bahwa nilai-nilai pendidikan karakter itu bersumber dari Islam. Seorang pendidik harus mampu menginternalisasikan akhlak Nabi Muhammad sebagai pendidik terbaik dalam kegiatan pembelajaran sehingga akan mempermudah mereka untuk mencetak generasi emas di masa depan.
 

Juni 02, 2015

IMPLEMENTASI TQM

(Implementasi Total Quality Management Dalam Peningkatan Prestasi Siswa Sekolah Menengah Atas Batik 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2014)
Arwin Towaf Al Kindi, S.Pd.I, M.Pd.I 

Prestasi belajar dikatakan meningkat bila indikator prestasi belajar meningkat yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Total Quality Management (TQM) atau yang dikenal Manajemen Peningkatan Mutu Terpadu adalah konsep manajemen sekolah sebagai sebuah inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang diharapkan dapat memberikan perubahan yang lebih baik sesuai dengan perkembangan, tuntutan, dan dinamika masyarakat dalam menjawab permasalahan-permasalahan pengelolaan pendidikan pada tingkat sekolah. Bertolak dari latar belakang masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Total Quality Management dalam peningkatan prestasi siswa di SMA Batik 1 Surakarta beserta komponen yang dibutuhkan dan kendala yang dihadapi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif, dengan desain penelitian Grounded Theory. Pengumpulan data penulis menggunakan metode observasi (pengamatan), wawancara (interview), dan dokumentasi. Analisis dengan menggunakan model analisis interaktif yaitu terdiri dari empat komponen: (1) Pengumpulan data, (2) Penyederhanaan data, (3) Pemaparan data, dan (4) Penarikan kesimpulan dan pengujian data dilakukan secara simultan dalam waktu yang bersamaan. 

HASIL SEMINAR KUTTAB



PENDIDIKAN KUTTAB AL FATIH
(Muh. Rouful Wahab)
A.    VISI DAN MISI
a.       Kurikulum berlandasan Al Qur`an dan Al Hadis
b.      Kurikulum berlandasan Sirah
B.     MOTTO
Gemilang di usia sini

BUKU PENDIDIKAN KARAKTER

(Manajemen Implementasi Kurikulum Dalam Pembentukan Karakter Siswa Kelas III SD Ta’mirul Islam Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014)
Warsito, S.Pd.I, M.Pd.I
Pengantar Buku : Muh. Rouful Wahab

Implementasi kurikulum dalam membentuk karakter siswa merupakan bagian dari kegiatan manajemen sekolah. Kurikulum menjadi scenario dalam mewujudkan kesuksesan pembentukan karakter siswa. Agar pembentukan karakter siswa berjalan dengan baik maka perlu adanya sistem manajemen kurikulum yang efektif dan efisien. Sejalan dengan itulah, manajemen kurikulum diharapkan dapat terealisasi di lembaga pendidikan untuk membentuk peserta didik berakhlak. Berkenaan dengan latar belakang masalah tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen kurikulum dalam pembentukan karakter siswa kelas III yang di SD Ta’mirul Islam Surakarta. Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Pengumpulan data penulis menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. 

KOMPETENSI GURU DALAM EVALUASI PAI

(Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Melaksanakan Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SD Islam Sunan Kalijaga Program Khusus)
 Muhammad Faruq Hanafi, Al Hafidz, S.Pd.I
Muhammad Rouful Wahab

Pendidikan dalam konteks menghadapi arus globalisasi kali ini harus memiliki peran yang urgen dalam memanfaatkan perkembangnya dan mengantisipasi hal negatif yang dibawanya. Pendidikan dituntut untuk mampu menghasilkan SDM yang berkualitas yang mampu menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks dan mampu menguasai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Merupakan subsistem pendidikan yang perlu diperhatikan agar tercapai tujuannya adalah evaluasi pembelajaran. Dengan evaluasi seorang guru mampu mengetahui sejauhmana keberhasilannya dalam mengadakan kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu guru harus memiliki kompetensi terutama dalam mengadakan kegiatan evaluasi pembelajaran bagi peserta didiknya Dari latar belakang di atas penelitian ini akan menjawab rumusan masalah yaitu, Bagaimanakah kompetensi pedagogik guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran PAI di SD Islam Sunan Kalijaga Program Khusus di Surakarta?. Jenis penilitian ini termasuk penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Pengumpulan data penulis menggunakan metode dokumentasi, observasi (pengamatan), dan wawancara (interview).