“ganti
menteri ganti kurikulum, ganti menteri ganti kebijakan”
kalimat tersebut sering didengar di tengah masyarakat. Apabila dilihat secara
sekilas kalimat yang dilontarkan tadi seakan memang benar. Ketika yang menjadi
menteri Bp. Muhammad Nuh seluruh sekolah diharuskan menerapkan kurikulum 2013
dan kebijakan itu berubah ketika menterinya diganti oleh Bp. Anies Baswedan,
beliau mengeluarkan dualisme kurikulum. Sekolah yang telah menerapkan kurikulum
2013 selama 1 tahun pelajaran harap dilanjutkan sedangkan sekolah yang baru 1
semester menerapkan kurikulum 2013 diharapkan kembali ke kurikulum 2006 atau
kurikulum KTSP ( Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Rupanya menteri baru Bp.
Muhajir ingin melanjutkan kurikulum 2013 secara bertahap.
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Oktober 26, 2016
Oktober 10, 2016
PENDIDIK SEJATI
Dari segi bahasa,
pendidik adalah orang yang mendidik. Pengertian ini memberi kesan bahwa
pendidik adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik. Dalam
bahasa Inggris dijumpai beberapa kata yang berdekatan artinya dengan pendidik.
Kata tersebut seperti teacher yang diartikan guru atau pengajar dan tutor yang
berarti guru pribadi atau guru yang mengajar di rumah atau lembaga kursus atau
lembaga pendidikan yang bukan sekolah/madrasah.
Label:
PENDIDIKAN
Maret 23, 2016
BUKU PAKET SKI (SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM) 2016 UNTUK MI/SD
Penulis: Muh. Rouful Wahab
Nabi
Muhammad adalah teladan bagi umat manusia sampai akhir zaman. Manusia yang
ingin selamat di dunia dan akherat harus meneladani akhlak beliau dalam
kehidupan sehari-hari
Salah
satu cara untuk mengenal Nabi Muhammad adalah dengan mempelajari kehidupan dan
perjuangan beliau selama hidup. Nabi Muhammad dan para sahabat adalah generasi
yang terbaik. Oleh karena itu setiap muslim harus mempelajari kehidupan
generasi mulia.
Mengetahui
sejarah dan kehidupan Nabi Muhammad dan para sahabat tidak cukup, seorang muslim
harus bisa meneladani mereka dalam kehidupan sehari-hari. Buku Sejarah
Kebudayaan Kelas III ini berusaha menampilkan materi yang lebih komplit dan menjelaskan berbagai akhlak yang dapat
diteladani oleh pelajar.
Label:
PENDIDIKAN
BUKU PAKET BAHASA ARAB KELAS I,II,III UNTUK MI/SD 2016
Bahasa
arab menjadi kebutuhan pokok bagi kaum muslimin. Karena menjadi bahasa Al
Qur`an. Oleh karena itu menjadi sebuah kewajiban bagi kaum muslimin untuk
mempelajarinya.
Generasi
Islam harus bisa menguasai bahasa arab. Salah satu langkah untuk mencapai
tujuan mulia tersebut adalah dengan mengajarkan bahasa arab kepada anak-anak di
usia sekolah dasar.
Buku
Bahasa Arab ini menjadi buku pemula bagi para siswa yang belajar bahasa arab.
Buku Bahasa Arab ini disusun berdasarkan kurikulum 2013 dan dapat memenuhi 3
kompetensi yang harus dicapai oleh siswa yang belajar bahasa, yaitu kemampuan
membaca, menulis, dan berbicara. Penyajian materi yang disertai ilustrasi,
berbagai bentuk latihan soal secara lisan maupun tertulis dapat menumbuhkan
siswa untuk cinta bahasa Arab. Selain itu dilengkapi dengan kalimat pengantar
dan mutiara hikmah di setiap pembahasan untuk meningkatkan semangat siswa dalam
mempelajari bahasa Arab.
Label:
PENDIDIKAN
Maret 03, 2016
PESANTREN: MODEL PENDIDIKAN INDONESIA
Islam
adalah agama yang memiliki tradisi ilmu. Berbagai bentuk pendidikan telah ada
sejak zaman Nabi Muhammad saw dan para sahabat. Salah satu pendidikan yang
terkenal di zaman Rasulullah adalah pembelajaran agama Islam di rumah Al Arqam
bin Abil Arqam. Beliau menjadi seorang pengajar hakiki dan para sahabat menjadi
para pelajar yang rajin untuk mengkaji ilmu yang disampaikan beliau.
Pendidikan
secara umum dapat diterapkan di berbagai tempat dengan syarat terjadi transfer
ilmu dan adab. Adapun proses pendidikan secara formal diselenggarakan di
lembaga pendidikan resmi di bawah naungan pemerintah. Lembaga pendidikan yang
telah berjalan di Indonesia dapat ditemukan di sekolah, madrasah dan pesantren.
Label:
PENDIDIKAN
Januari 08, 2016
Problem Pendidikan: Tantangan Pendidikan Di Masa Depan
Pendidikan merupakan
sarana utama bagi setiap insan untuk mengembangkan potensi dan kecerdasan yang
dimilikinya. Salah satu lembaga yang menyelenggarakan proses pendidikan adalah
sekolah, di mana seorang peserta didik menimba ilmu dalam rangka menjadi
manusia yang berkualitas berguna bagi bangsa dan negara.
Sebuah negara yang
ingin berkembang harus memperhatikan kualitas pendidikan yang ada di negara
tersebut, karena dengan pendidikan dapat mencetak SDM yang unggul dan dapat
memberikan kontribusi dalam memajukan negaranya.
Pelaksanaan suatu pendidikan mempunyai fungsi,
antara lain: inisiasi, inovasi, dan konservasi. Inisiasi merupakan fungsi
pendidikan untuk memulai suatu perubahan. Inovasi merupakan wahana untuk
mencapai perubahan. Konservasi berfungsi untuk menjaga nilai-nilai dasar. Oleh
sebab itu, untuk memperbaiki kehidupan suatu bangsa, harus dimulai penataan dari
segala aspek dalam pendidikan.[1][1]
Label:
PENDIDIKAN
Desember 30, 2015
ARTI BELAJAR
Peserta didik merupakan orang yang
melakukan kegiatan belajar. Pengertian belajar ada beberapa pendapat di antaranya,
belajar adalah suatu aktivitas yang disengaja dilakukan oleh individu atau
kelompok agar terjadi perubahan kemampuan diri (Hasanah, 2012: 76), belajar
adalah suatu proses yang di dalamnya suatu organisme berubah perilakunya
sebagai akibat pengalaman (Gegne, 2000: 23), belajar adalah perubahan perilaku
peserta didik (Rusman, 2012: 86).
Label:
PENDIDIKAN
KERUSAKAN REMAJA: PENDIDIKAN RENDAH MENCARI SOLUSI GUNA PERBAIKAN PENDIDIKAN INDONESIA
Bismillahir
rahmanir rahim. Segala puji bagi Allah Sang Pemberi
hidayah kepada manusia yang dikehendaki. Sholawat dan salam semoga tetap
tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat dan pengikut beliau
sampai akhir zaman.
Problem
yang dihadapi Indonesia mencapai titik kompleksitas yang cukup memprihatinkan.
Berbagai masalah berdatangan dan banyak para petinggi tidak mampu menyelesaikan
seluruh masalah tersebut dengan baik. Salah satu aspek yang menjadi perhatian
seluruh elemen masyarakat tanah air adalah masalah remaja. Kerusakan moral di
kalangan remaja dewasa ini sangat mengiris hati. Banyak dari mereka putus
sekolah, berbuat maksiat, tawuran antar pelajar, berjudi, dan
narkoba. Para remaja melewati kehidupan
mereka dengan perbuatan yang sia-sia dan berakibat pada rapuhnya Bangsa
Indonesia di masa mendatang. Mayoritas masyarakat menuding bahwa akar kerusakan
remaja adalah pendidikan. Lembaga yang menyelenggarakan program pendidikan
belum mampu menghasilkan manusia beradab sebagaimana tertera dalam
Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Label:
PENDIDIKAN
KRITIK DONGENG: METODE KISAH SOLUSI TERBAIK UNTUK MENGHIBUR ANAK
Bismillahir rahmanir rahim.
Segala puji bagi Allah Sang Pemberi hidayah kepada manusia yang dikehendaki.
Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw, keluarga,
sahabat dan pengikut beliau sampai akhir zaman.
Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh individu atau
kelompok terhadap setiap manusia dengan sistem yang terorganisir untuk
melakukan serangkaian kegiatan agar menjadi manusia
sempurna ( Insan Kamil). Komponen yang ada dalam pendidikan adalah guru, siswa,
materi, metode dan evaluasi kegiatan pembelajaran.
Pendidikan dalam pandangan Islam memiliki prinsip jujur. Seluruh
materi pelajaran yang diajarkan disampaikan dengan baik dan benar sesuai dengan
realitas. Sehingga seluruh siswa mendapatkan
ilmu yang baik. Rasulullah telah mengajarkan kepada umat beliau untuk selalu
berkata jujur sebagaimana sabda beliau:
“A’laikum bishshidqi, fainnashshidqa yahdi ilalbirri, walbirru yahdii
ilaljannati. wamaa yajjaalul ‘abdu yashduqu wayataharra ashshidqa hatta yuktaba
i’ndallahi shiddiiqaa, waiyyaakum walkadziba, fainnal kadziba yahhdii
ilalfujuuri, walfujuuru yahhdi ilannaari, walaa yajjaalul ‘abdu yakdzibu
wayataharral kadziba hatta yuktaba i’ndallahi kadzdzaabaa.”
“Hendaklah kamu berkata benar, karena berkata
benar itu membawa kepada kebaikan, dan kebaikan itu membawa ke syurga. Demikian
bilamana senantiasa seseorang membiasakan berkata benar dan cenderung kepada
berkata benar, akhirnya orang itu dicatat di sisi Allah sebagai orang yang
selalu benar. Dan
jauhilah berkata dusta, karena dusta itu membawa kepada kejahatan, dan
kejahatan itu membawa ke neraka. Demikianlah bilamana seseorang membiasakan berdusta,
dan selalu cenderung berdusta, akhirnya ia dicatat di sisi Allah sebagai
seorang yang sangat pendusta.”(HR Bukhari-Muslim)
Label:
PENDIDIKAN
Desember 21, 2015
TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM DI TENGAH TANTANGAN INTERNAL (KETERPURUKAN) UMAT DAN TANTANGAN EKSTERNAL (MODERNITAS DAN GLOBALISASI)
Pendidikan merupakan
bagian dari perjalanan hidup umat manusia yang ingin maju. Pendidikan adalah
salah satu aspek dalam Islam dan menempati kedudukan yang sentral, karena
peranannya dalam membentuk pribadi muslim yang utuh sebagai pembawa misi
kekholifahan. Allah telah membekali manusia dengan akal ( kemampuan rasio ) dan
al – Qur’an memberi dukungan yang kuat bagi usaha manusia untuk meningkatkan
standard kehidupan.
Label:
PENDIDIKAN
SEKOLAH UNGGULAN : KAJIAN SDI SUNAN KALIJAGA
Kesadaran tentang pentingnya pendidikan telah
mendorong berbagai upaya dan perhatian seluruh lapisan masyarakat terhadap
setiap gerak langkah dan perkembangan dunia pendidikan. Pendidikan merupakan
satu upaya dalam meningkatkan kualitas hidup manusia yang pada akhirnya
bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia menjadi lebih baik.
UUD 1945 pada pasal 31 mengamanatkan sebagai berikut:
(1) Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan; (2) Setiap warga Negara
wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah waib membiayainya; serta (3)
Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional
yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlaq mulia dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa.[1]Dalam UUSPN No 20
tahun 2003 pasal 3 dipertegas bahwasanya : “Pendidikan
nasional Indonesia berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab” [1]. Akan tetapi pada
kenyataannya, dalam memenuhi amanat Undang-Undang tersebut bukanlah suatu upaya
yang sederhana, melainkan memerlukan upaya perbaikan dan peningkatan, sejalan
dengan semakin tingginya kebutuhan dan tuntutan kehidupan masyarakat.
Label:
PENDIDIKAN
Desember 20, 2015
ARTI E-LEARNING
E-LEARNING: TEROBOSAN BARU DALAM PENDIDIKAN
E-learning
terdiri dari dua bagian yaitu “e”
yang merupakan singkatan dari “elektronic” dan “learning” yang
berarti “pembelajaran” (Eveline
Siregar, 2004: 197). Jadi e-learning berarti pembelajaran
dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronik. Secara istilah ada
beberapa devinisi di antaranya e-learning adalah sebuah proses pembelajaran yang dilakukan melalui network
yang berupa internet atauintranet (Munir,
2009: 170). E-learning
merupakan penerapan teknologi informasi yang ditujukan untuk
mempermudah proses
pembelajaran yang dikemas dalam bentuk digital konten dan pelaksanaannya
membutuhkan sarana komputer yang terkoneksi dengan internet (Rusman,
2012: 136). E-learning
sebagai pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN dan
internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan (Jaya
Kumar C Koran, 2002: 22). Devinisi
lainnya oleh Dong (dalam Kamarga, 2001: 53) mendefinisikan
e-learning adalah kegiatan belajar yang melalui perangkat elektronik
komputer yang tersambungkan ke internet di mana
peserta didik berupaya memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan
kebutuhannya. E-learning adalah proses belajar secara efektif yang
dihasilkan dengan cara menggabungkan penyampaian materi secara digital yang
terdiri dari dukungan dan layanan dalam belajar (Barbara, S., Wagner P., et al,
2008:4). Selain itu, Seok (2008: 725)
menyatakan bahwa e-learning is a new form of pedagogy for learning in the 21st
century. E teachers are e-learning
instructional designers, facilitator of interaction, and subject matter exsperts. Fernando
Alonso et al (2008: 389) mengatakan bahwa Learning Management Systems (LMS) or
e-learning platforms are dedicated software tools intended to offer a virtual
educational or on-line
training environment.
Label:
PENDIDIKAN
Desember 04, 2015
MENCARI HAKEKAT PAI
Secara etimologis atau
kebahasaan, kata “pendidikan” berasal dari kata dasar
“didik” yang mendapat imbuhan awalan dan
akhiran pe-an. Berubah menjadi kata kerja ‘mendidik’ yang berarti membantu anak
untuk menguasai aneka pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai yang diwarisi
dari keluarga dan masyarakatnya (Rohman,2013:5).
Menurut Ki Hajar Dewantara,
mengartikan pendidikansebagai usaha menuntun segenap kekuatan kodrat yang ada
pada anak baik sebagai individu manusia maupun sebagai anggota masyarakat agar
dapat mencapai kesempurnaan hidup. Menurut Driyakarya, menyebut pendidikan
adalah proses pemanusiaan manusia muda (Rohman,2013:8).
Sedangkan menurut Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional
menyebutkan: “pendidikanadalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang dibutuhkan bagi dirinya, masyarakat dan bangsa” (Rohman, 2013:10).
Label:
PENDIDIKAN
KOMPETENSI GURU ?
Guru
merupakan komponen sistem dalam pendidikan. Guru memiliki peranan yang signifikan
untuk mencapai tujuan pembelajaran, dengan adanya guru yang baik mampu
mengelola proses pembelajaran dengan efektif, akan tetapi apabila guru tidak
memahami sistem pengelolaan pembelajaran dengan baik maka dapat dipastikan
proses pembelajaran tidak dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Perkembangan
proses pembelajaran yang pada awalnya guru sebagai sumber belajar maka dewasa
ini guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran dan peserta didik sebagai
subyek belajar. Peran guru sebagai fasilitator memiliki peran memfasilitasi
peserta didik untuk belajar secara maksimal dengan mempergunakan berbagai
strategi, metode, dan sumber belajar. Dengan demkian ada beberapa konsekuensi
bagi guru sebagai pilar utama pembelajaran untuk mencapai tujuan guruan,
diantaranya guru harus mampu mengelola proses pembelajaran dari penyusunan RPP,
silabus, dan evaluasi dengan baik.
Label:
PENDIDIKAN
November 29, 2015
KURIKULUM 2013 BERBASIS SYARI’AH
KAJIAN ANALISIS SDI AL FATTAH
(Tesis Muh. Abdullah As Syafi`i 2015)
Pendidikan adalah kunci perubahan bagi
setiap bangsa. Pendidikan memberikan kepada anak bangsa tentang hakekat ilmu
dan akhlak yang harus dijunjung tinggi dalam kehidupan bermasyarakat. Mutu
pendidikan harus selalu ditingkatkan dalam rangka menghasilkan SDM berkualitas
yang mampu membawa perubahan di masa mendatang.
Indonesia merupakan negara besar yang
memiliki jumlah penduduk yang banyak dan sumber daya alam yang melimpah. Meski
demikian negara Indonesia masih terbelakang dari negara maju lainnya, salah
satu masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia adalah dekadensi moral yang
menyertai arus globalisasi yang datang dari peradaban barat yang hedonis dan materalistis.
Banyak para pemuda yang putus sekolah, berbuat kerusakan, menyibukkan diri
dengan kegiatan yang sia-sia, hingga akhirnya hilang kesadaran dalam diri
mereka akan peran mereka di masa depan bagi Indonesia.
Solusi yang tepat untuk mengatasi dekadensi
moral bangsa Indonesia adalah dengan memberikan perhatian serius bagi
pendidikan anak bangsa. Seluruh elemen masyarakat harus selalu mendukung
berbagai program yang bertujuan untuk mencerdaskan bangsa. Salah satu lembaga
yang memberikan perhatian dalam pendidikan adalah lembaga sekolah, sebuah
lembaga yang berada di bawah Kementerian Pendidikan yang menyelenggarakan
proses pembelajaran pada waktu tertentu dengan tujuan mencerdaskan bangsa.
Label:
PENDIDIKAN
PENDIDIKAN KARAKTER VS TA`DIB
Dekadensi
moral dikalangan remaja dewasa ini semakin menyedihkan, telah banyak remaja
berbuat kerusakan dan kehinaan sehingga menjadikan mereka tidak terhormat di
masyarakat. Problem ini menjadi tugas besar lembaga pendidikan yang mendapatkan
amanah UUSP untuk mencetak generasi yang berkualitas.
Tugas
berat yang diemban lembaga pendidikan ini menjadikan para pemikir pendidikan
untuk lebih serius memikirkan konsep pendidikan yang ideal untuk generasi muda
sekarang dan yang akan datang. Salah satu buah pemikiran mereka adalah
pendidikan karakter. Pendidikan karakter ini pada intinya adalah proses
pembelajaran yang diselenggarakan di sekolah tidak hanya pada aspek kognitif
saja, tetapi berusaha untuk menanamkan nilai pada diri peserta didik.
Kurikulum
KTSP diluncurkan sebagai implementasi pendidikan karakter yang menggantikan
kurikulum KBK. Dalam kurikulum KTSP lebih ditekankan adanya proses pembelajaran
yang menekankan pada pembentukan karakter. Untuk mengetahui keberhasilan proses
pembelajaran tersebut dibuat sistem penilaian yang bersifat menyeluruh tidak
hanya pada kognitif.
Kurikulum
KTSP telah berjalan cukup lama tetapi hasil bisa dikatakan belum maksimal. Hal
itu terbukti semakin derasnya kerusakan moral remaja terutama Bangsa Indonesia.
Kerusakan moral tidak dialami oleh para remajanya tetapi para orang tua
terutama guru ada yang terlibat berbagai kasus yang menggambarkan buruknya
akhlak mereka.
Melihat
kurang maksimalnya penerapan pendidikan karakter tersebut, muncul pertanyaan apakah
cukup hanya pendidikan karakter saja ? ?
Ada beberapa negara yang memiliki karakter yang baik sehingga menjadikan negeri mereka maju. Dan ternyata kebanyakan mereka non muslim. Ada orang-orang non muslim yang begitu rajin dan disiplin dalam berbuat baik antar sesama dan ada juga pemimpin non muslim yang tidak pernah berbuat korupsi. Apakah mereka semua adalah orang-orang yang sudah baik ???
Ada beberapa negara yang memiliki karakter yang baik sehingga menjadikan negeri mereka maju. Dan ternyata kebanyakan mereka non muslim. Ada orang-orang non muslim yang begitu rajin dan disiplin dalam berbuat baik antar sesama dan ada juga pemimpin non muslim yang tidak pernah berbuat korupsi. Apakah mereka semua adalah orang-orang yang sudah baik ???
Dalam
pandangan Islam orang yang baik adalah orang yang paling bertakwa sebagaimana
dalam firman Nya Surat Al Hujurat ayat 13 yang artinya “Sesungguhnya orang
yang baik di antara kalian adalah orang yang paling bertakwa”.
Dengan
demikian contoh realita karakter yang ada pada diri non muslim itu tidak
menjadikan mereka orang baik tapi tetap menjadi orang buruk karena mereka tidak
tepat menempatkan hak dan kewajiban. Hak seorang hamba adalah beribadah hanya
kepada Allah, karena non muslim tidak menyembah Allah maka mereka telah buruk
meski berbuat baik melebihi orang Islam. Cara pandang seperti ini berimplikasi
adanya konsep pendidikan Adab. Pendidikan Adab pada intinya pengenalan
dan pengakuan atas realitas sesuai dengan harkat dan martabat berdasarkan
tabiat alam. Pengenalan artinya ilmu, pengakuan artinya amal dan tabiat alam
adalah Islam, jadi pendidikan Adab adalah proses memahami segalanya sesuai
islam dan mengamalkannya dengan baik. Segala hal yang dipelajari harus ditinjau
dari kacamata islam agar amalan yang dikerjakan menjadi nilai yang besar di
mata Allah.
Jelas
sudah bahwa nilai-nilai pendidikan karakter itu bersumber dari Islam. Seorang
pendidik harus mampu menginternalisasikan akhlak Nabi Muhammad sebagai pendidik
terbaik dalam kegiatan pembelajaran sehingga akan mempermudah mereka untuk
mencetak generasi emas di masa depan.
Label:
PENDIDIKAN
Juni 02, 2015
IMPLEMENTASI TQM
(Implementasi Total Quality Management Dalam
Peningkatan Prestasi Siswa Sekolah Menengah Atas Batik 1 Surakarta Tahun
Pelajaran 2014)
Arwin Towaf Al Kindi, S.Pd.I, M.Pd.I
Prestasi belajar dikatakan meningkat bila indikator prestasi belajar
meningkat yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Total
Quality Management (TQM) atau yang dikenal Manajemen Peningkatan Mutu
Terpadu adalah konsep manajemen sekolah sebagai sebuah inovasi dalam
penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang diharapkan dapat memberikan
perubahan yang lebih baik sesuai dengan perkembangan, tuntutan, dan
dinamika masyarakat dalam menjawab permasalahan-permasalahan pengelolaan
pendidikan pada tingkat sekolah. Bertolak dari latar belakang masalah
tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi
Total Quality Management dalam peningkatan prestasi siswa di SMA Batik 1
Surakarta beserta komponen yang dibutuhkan dan kendala yang dihadapi.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif, dengan desain
penelitian Grounded Theory. Pengumpulan data penulis menggunakan metode
observasi (pengamatan), wawancara (interview), dan dokumentasi. Analisis
dengan menggunakan model analisis interaktif yaitu terdiri dari empat
komponen: (1) Pengumpulan data, (2) Penyederhanaan data, (3) Pemaparan
data, dan (4) Penarikan kesimpulan dan pengujian data dilakukan secara
simultan dalam waktu yang bersamaan.
Label:
PENDIDIKAN
HASIL SEMINAR KUTTAB
PENDIDIKAN
KUTTAB AL FATIH
(Muh. Rouful Wahab)
(Muh. Rouful Wahab)
A. VISI DAN MISI
a. Kurikulum
berlandasan Al Qur`an dan Al Hadis
b. Kurikulum
berlandasan Sirah
B. MOTTO
Gemilang
di usia sini
Label:
PENDIDIKAN
BUKU PENDIDIKAN KARAKTER
(Manajemen Implementasi Kurikulum Dalam Pembentukan Karakter Siswa Kelas III SD Ta’mirul Islam Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014)
Warsito, S.Pd.I, M.Pd.I
Pengantar Buku : Muh. Rouful Wahab
Implementasi kurikulum dalam membentuk karakter siswa merupakan
bagian dari kegiatan manajemen sekolah. Kurikulum menjadi scenario dalam
mewujudkan kesuksesan pembentukan karakter siswa. Agar pembentukan
karakter siswa berjalan dengan baik maka perlu adanya sistem manajemen
kurikulum yang efektif dan efisien. Sejalan dengan itulah, manajemen kurikulum
diharapkan dapat terealisasi di lembaga pendidikan untuk membentuk peserta
didik berakhlak. Berkenaan dengan latar belakang masalah tersebut, maka
penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen kurikulum dalam
pembentukan karakter siswa kelas III yang di SD Ta’mirul Islam Surakarta.
Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan yang bersifat kualitatif.
Pengumpulan data penulis menggunakan metode observasi, wawancara dan
dokumentasi.
Label:
PENDIDIKAN
KOMPETENSI GURU DALAM EVALUASI PAI
(Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Melaksanakan
Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SD Islam Sunan Kalijaga
Program Khusus)
Muhammad Faruq Hanafi, Al Hafidz, S.Pd.I
Muhammad Rouful Wahab
Pendidikan dalam konteks menghadapi arus globalisasi kali ini harus
memiliki peran yang urgen dalam memanfaatkan perkembangnya dan
mengantisipasi hal negatif yang dibawanya. Pendidikan dituntut untuk
mampu menghasilkan SDM yang berkualitas yang mampu menghadapi berbagai
permasalahan yang kompleks dan mampu menguasai perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi. Merupakan subsistem pendidikan yang perlu
diperhatikan agar tercapai tujuannya adalah evaluasi pembelajaran.
Dengan evaluasi seorang guru mampu mengetahui sejauhmana keberhasilannya
dalam
mengadakan kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu guru harus memiliki
kompetensi terutama dalam mengadakan kegiatan evaluasi pembelajaran bagi
peserta didiknya
Dari latar belakang di atas penelitian ini akan menjawab rumusan masalah
yaitu, Bagaimanakah kompetensi pedagogik guru dalam melaksanakan
evaluasi pembelajaran PAI di SD Islam Sunan Kalijaga Program Khusus di
Surakarta?.
Jenis penilitian ini termasuk penelitian lapangan yang bersifat
kualitatif. Pengumpulan data penulis menggunakan metode dokumentasi,
observasi (pengamatan), dan wawancara (interview).
Label:
PENDIDIKAN
Langganan:
Postingan (Atom)












